Amos98

Pria Pelaku KDRT

 

 

 

 

 

KEKERASAN dalam rumah tangga ( KDRT ) menjadi mimpi buruk bagi setiap wanita. Stigma lemah dan rapuh yang acapkali dilekatkan pada wanita menjadi pemicu hadirnya tindak kekerasan oleh pria. Tak sedikit korban jiwa melayang akibat cekcok dengan pasangan. Kenangan indah masa pacaran seolah tak lagi terulang pasca menikah. Padahal, sebetulnya pria yang “berbakat” menjadi pelaku KDRT dapat diketahui sejak dini. Jika mengendus ciri-ciri ini pada pasangan Anda, segera ambil tindakan pencegahan sebelum terjebak dalam konflik panas.

 

Adapun ciri-ciri atau tanda-tanda Pria yang bisa cenderung melakukan KDRT antara lain :

 

 

Sering mencemooh

 

Pria yang berbakat menjadi pelaku KDRT biasanya sering melontarkan hinaan pada pasangannya.

Sebutan “gendut”, “pendek” dan lainnya, awalnya memang terdengar seperti candaan. Namun jika pasangan menyebut Anda dengan julukan ini sambil memasang wajah sinis atau melecehkan, sebaiknya berhati-hati.

 

 

Merendahkan pasangan

 

Pelaku KDRT juga seringkali merendahkan pasangannya dan menganggap dirinya sebagai raja yang harus dilayani seorang jongos.

Diminta membuatkan segelas kopi memang wajar. Tapi kalau sambil membentak dan berteriak-teriak, namanya kurang ajar.

 

 

Menganggap pasangannya tidak berguna

 

Pria yang patut dicurigai sebagai pelaku KDRT acapkali menganggap pasangannya tak berguna dan tak bisa apa-apa.

Dia seringkali bersikap angkuh seolah-olah semua hal dapat dilakukannya tanpa bantuan Anda. Lebih bahaya lagi jika pria mulai membandingkan pasangannya dengan wanita lain.

 

 

Membungkam

 

Pasangan Anda seringkali tak memberi Anda kesempatan untuk bicara dan berpendapat? Anda patut waspada karena ini juga termasuk ciri-ciri pria berotak kekerasan.

Pria dengan ciri seperti ini selalu ingin melakukan apapun sesuai keinginannya dan menganggap pendapat pasangannya tidak penting. Untuk yang satu ini, cukup sulit untuk dikendalikan, karena biasanya dia tak ingin mendengar nasihat orang lain.

 

 

Kekerasan verbal

 

Pertengkaran memang bumbunya rumah tangga. Tapi jika disertai kata-kata kasar yang tak seharusnya diucapkan, malah akan memperparah konflik yang ada.

Jika pasangan mulai melontarkan kata-kata kasar, kotor, hingga ancaman, segera ambil tindakan. Kekerasan verbal merupakan pintu gerbang dari kekerasan fisik.

 

 

Jika pasangan mulai mengasari Anda, nasehati dengan perlahan. Gunakan kata-kata yang halus dan buat suasana menjadi santai. Ungkapkan semua kekesalan Anda atas perlakuannya.

 

 

 

 

 

 

Post by : Amos98

Disadur dari : Bintang Indonesia