Amos98

B A N T U L

 

 

 

Kabupaten Bantul, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bantul. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di utara, Kabupaten Gunung Kidul di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Obyek wisata Pantai Parangtritis terdapat di wilayah kabupaten ini.


Kabupaten Bantul terdiri atas 17 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bantul, sekitar 11 km sebelah selatan Kota Yogyakarta. Kampus Institut Seni Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terletak di kabupaten ini. Beberapa perguruan tinggi lain juga melakukan pembangunan kampusnya di wilayah Kabupaten Bantul, antara lain Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta.


Bagian selatan kabupaten ini berupa pegunungan kapur, yakni ujung barat dari Pegunungan Sewu. Sungai besar yang mengalir di antaranya Kali Progo (membatasi kabupaten ini dengan Kabupaten Kulon Progo, Kali Opak, Kali Tapus, beserta anak-anak sungainya.


Pada 27 Mei 2006, gempa bumi besar berkekuatan 5,9 skala Richter mengakibatkan kerusakan yang besar terhadap daerah ini dan kematian sedikitnya 3.000 penduduk Bantul.

 

Sejarah

 

Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Yogyakarta pada tanggal 26 dan 31 Maret 1831 mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam Kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru Kasultanan Yogyakarta, tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 sapar tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya di kenal bernama Bantulkarang. Seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarata bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk memangku jabatan sebagai Bupati Bantul.

 

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada Usamu Seirei nomor 13 sedangakan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten Memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom). Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.

 

 

Pusaka dan Identitas Daerah

 

Tombak Kyai Agnya Murni berasal dari kata agnya berarti perintah atau pemerintahan dan murni adalah suci/bersih. Sehingga dengan tegaknya pusaka itu membawa pesan ditegakkannya nilai kehidupan berperadaban sebagai pilar utama membangun pemerintahan yang bersih. Tombak pusaka Kyai Agnya-murni mengisyaratkan pamoring kawula Gusti. Dalam khasanah Jawa, dikenal istilah budaya berpamor agama. Sehingga dalam dimensi vertikal memiliki makna pasrah diri dan tunduk patuh insan ke haribaan Sang Khalik. Dalam dimensi horizontal mengisyaratkan luluhnya pemimpin dengan rakyat.

 

Tombak pusaka ini diberikan oleh Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Peringatan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Bantul, Kamis 20 Juli 2007. Tombak ini memiliki dapur Pleret, yang mengisyaratkan Kabupaten Bantul agar mengingat keberadaan Pleret sebagai historic landmark yang menandai titik awal pembaharuan pemerintahan Mataram Sultan Agungan yang cikal bakalnya berada di Kerta Wonokromo. Tombak yang memiliki pamor wos wutah wengkon (melimpahnya kemakmuran bagi seluruh rakyat), dapat eksis bila ditegakkan pada landeyan (dasar) kayu walikukun. Landeyan itu simbul keluhuran budaya berbasis ilmu berintikan keteguhan iman.

 

 

Kecamatan

 

  • Bambanglipuro

  • Banguntapan

  • Bantul

  • Dlingo

  • Imogiri

  • Jetis

  • Kasihan

  • Kretek

  • Pajangan

  • Pandak

  • Piyungan

  • Pleret

  • Pundong

  • Sanden

  • Sedayu

  • Sewon

  • Srandakan

Batas wilayah

  • Utara : Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman

  • Timur : Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman

  • Selatan : Samudra Hindia

  • Barat : Kabupaten Kulonprogo

Bupati

  1. Raden Tumenggung Mangun Negoro 20 Juli 1831

  2. Raden Tumenggung Jayadiningrat -

  3. Raden Tumenggung Nitinegoro -

  4. Raden Tumenggung Danukusumo -

  5. Raden Tumenggung Djojowinoto -

  6. Raden Tumenggung Djojodipuro -

  7. Raden Tumenggung Surjokusumo -

  8. Raden Tumenggung Mangunyuda 1899 - 1913

  9. K.R.T. Purbo Dininggrat 1913 - 1918

  10. K.R.T. Dirdjokusumo 1918 – 1943

  11. K.R.T. Djojodiningrat 1943 – 1947

  12. K.R.T. Tirtodiningrat 1947 - 1951

  13. K.R.T. Purwaningrat 1951 – 1955

  14. K.R.T. Brataningrat 1955 - 1958

  15. K.R.T. Wiraningrat 1958

  16. K.R.T. Setyosudarmo 1958 – 1960

  17. K.R.T. Sosrodiningrat 1960 – 1969

  18. K.R.T. Projo Harjono (Pejabat) 1969 – 1970

  19. R. Sutomo Mangkusasmito, SH. 1970 – 1980

  20. Suherman Partosaputro 1980 – 1985

  21. K.R.T. Suryo Padmo Hadiningrat (Moerwanto Suprapto) 1986 – 1991

  22. K.R.T. Yudadiningrat (Sri Roso Sudarmo) 1991 – 1998

  23. Drs. H. Kismosukirdo (PJ) 1998 – 1999

  24. Drs. HM. Idham Samawi 1999 – 2004

  25. Drs. Mujono NA Desember 2004 - Januari 2005 (Pelaksana Tugas Harian)

  26. Drs. HM. Idham Samawi 2005 - 2010 (Terpilih kembali melalui Pilkada Bantul 2005)

  27. Hj. Sri Suryawidati 27 Juli 2010 - sekarang

 

 

 

Post by : Amos98

Disadur dari : id.wikipedia